Berjuang Keras demi Bisa Sekolah dan Bangun Pendidikan Agama

131
Setiyoko Waluyo IST

Kisah Inspiratif Warga Bontang: Setiyoko Waluyo (115)

Perjalanan hidup Setiyoko Waluyo tidaklah mudah. Sejak kecil dia mesti berjuang keras agar bisa mengenyam pendidikan. Sementara ketika dewasa, perjalanan berliku dilewatinya demi memperjuangkan pendidikan agama anak-anak di Kota Taman, hingga kini duduk di kursi parlemen.

LUKMAN MAULANA, Bontang

Yoko, panggilan akrabnya, sudah menjalani hari-hari berat sejak usia belia. Di umurnya yang keenam, ibunda tercinta meninggal dunia. Lantas selepas SD, dia ditinggal sang ayah yang menyusul ibunya. Impiannya untuk melanjutkan pendidikan ke bangku SMP terancam kandas setelah tidak ada lagi yang membiayai.

“Semua kakak sudah berkeluarga. Mereka tidak bisa membantu saya untuk sekolah karena anak mereka sendiri tidak disekolahkan” kenang Setiyoko.

Yoko kecil mulai putus asa. Dia sempat hidup menggelandang menjadi anak jalanan beberapa bulan di kota kelahirannya, Palopo, Sulawesi Selatan. Hingga kemudian kakak sulungnya datang dan mengajaknya tinggal bersama. Sang kakak lantas membiayai sekolah Setiyoko asal dia bersedia membantu pekerjaan sang kakak.

Keinginan Setiyoko menempuh pendidikan SMP pun terwujud. Di luar pendidikan formal,  dia diajak sang kakak belajar mengaji di salah satu masjid. Tanpa dinyana, pada hari pertama belajar mengaji Yoko bisa menghapal semua huruf Hijaiyah. Dengan prestasi tersebut, hari berikutnya dia diangkat menjadi asisten guru.

Di bangku kelas 3 SMP, Setiyoko remaja memutuskan hidup sendiri sembari bekerja memenuhi biaya sekolahnya. Saat itu, suami kakak keenamnya meninggal dunia dan meninggalkan empat orang anak yang masih kecil. Merasa kasihan, Setiyoko sudah mulai mencari nafkah membantu empat kemenakannya tersebut.

Setamat SMP Setiyoko kembali berhenti sekolah. Lagi-lagi masalah biaya membuatnya urung melanjutkan sekolah ke jenjang SMA. Apalagi saat itu dia tidak memiliki pekerjaan tetap. Akhirnya Yoko menjadi pengurus masjid. Saat itulah dia bertemu orang baik yang kemudian menawarinya bersekolah di SMA Muhammadiyah.