Waspada! Hoax di Sekitar Kita

93

GEMPURAN informasi di masa sekarang berbeda 180 derajat dari 10-20 tahun sebelumnya. Setiap membuka media sosial (medsos) seperti Facebook, berbagai jenis informasi selalu tersedia dengan mudahnya. Mulai dari isu-isu nasional, olahraga, hingga internasional.

Padahal, beberapa dekade sebelumnya, setiap informasi yang tersedia harus merogok kocek terlebih dahulu, atau menonton program berita televisi dan radio yang jumlahnya masih terbatas.

Namun, jika melihat dengan seksama, ada keganjilan dalam informasi-informasi yang kini beredar luas tersebut. Dengan menggunakan nama yang mirip dengan media mainstream saat ini, mereka seperti hendak mendompleng keterkenalan dan nama besar dari media tersebut.

Tapi saat beritanya di-klik, isinya berbeda nyaris 180 derajat. Bukan lagi menginformasikan, namun lebih menjurus memprovokasi. Ya, begitulah model dan rupa media hoax yang kini bertebaran, tak hanya di dunia maya, tapi juga di kenyataan.

“Itu kan hanya di internet, kok sampai juga di dunia nyata?” Bagaimana tidak masuk dalam kehidupan sehari-hari, wong nyatanya banyak pengguna medsos dan netizen yang masih masuk dalam perangkap hoax tersebut.

Seolah sudah terprovokasi, dengan rasa emosi mereka turut menyebarkan link berita tersebut, beserta status yang juga memprovokasi. Karena rasa penasaran, akun medsos yang lain pun turut membukanya, dan tak sedikit pula yang akhirnya ikut terprovokasi, kemudian menyebarkannya kembali. Ya, ibarat lingkaran setan yang tak pernah terputus.

Kenapa fenomena media hoax begitu masif saat ini? Dari beberapa teori media dan komunikasi menyebutkan, kemunculan suatu media baru biasanya akan disusul dengan anomali informasi dan media. Anomali tersebut bisa berupa masifnya pemberitaan yang tak karuan sumbernya, sehingga mengakibatkan bias informasi di masyarakat.

Hal ini sudah terbukti, di Amerika sekitar 1940-an saat televisi mulai masuk dalam kehidupan sehari-hari, berbagai stasiun televisi dan program siaran bertebaran. Meledaknya jumlah media dan program siaran tersebut membuat masyarakat dibuat bingung dengan kebenaran informasi sesungguhnya.

1
2
3
4
BAGIKAN