Waduh.. Petugas TPS Diimingi Uang Satu Juta

55
Ilustrasi

Isu Santer yang Masuk ke Telinga Bawaslu Kalsel

BANJARMASIN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel meminta Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di Kabupaten Barito Kuala (Batola) untuk bekerja keras. Pasalnya, pihaknya sudah mengendus ada tim sukses pasangan calon (Paslon) yang akan bermain curang ketika tahapan pencoblosan nanti.

Dari isu santer yang berkembang, ada beberapa tim sukses kandidat yang akan memberikan uang sebesar Rp1 juta kepada pelaksana di TPS. Ketua Bawaslu Kalsel, Mahyuni dengan tegas meminta kepada Panwaslu di Kab Batola untuk segera menyikapi hal ini sebelum benar-benar terjadi kecurangan.

Sebelum itu terjadi, Mahyuni menyerukan agar Panwas menutup ruang gerak tim sukses yang berniat akan memainkan peran untuk memenangkan kandidatnya. “Kami sudah mendegar isu itu. Untuk itu, Panwaslu harus membuka mata dan telinga mereka,” tegas Mahyuni, Sabtu (24/12) kemarin.

Bahkan ruang gerak tersebut, tuturnya lebih diintensifkan saat H-5 pencoblosan mendatang. Pasalnya, waktu-waktu itu yang paling krusial. “Ini sudah kami dengar sejak lama. Bahkan, isunya sedang hangat di sana,” terangnya.

Bawaslu sendiri tambahnya, terus melakukan tindakan prepentif, dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat atau pemilih. Mahyuni mengingatkan, kepada masyarakat agar bersikap dewasa. Pasalnya, siapapun menerima uang sogokan akan ikut terkena pidana pemilu. Dan ancamannya adalah kurungan penjara. “Jadi masyarakat juga harus dewasa. Tak hanya pemberi, penerima pun akan kena sanksi,” tegasnya.

Ketika dicecar tim sukses dari kandidat mana yang berencana bermain politik uang tersebut, akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu menolak membeberkan. Malah menurutnya, perlu kajian dan bukti untuk pembuktian.

Yang pihaknya takutkan adalah, isu yang dihembuskan tersebut dilakukan oleh kandidat lain agar memojokkan pasangan calon lain. “Yang pasti, apapun kabar yang tak baik, saya minta Panwaslu agar menutup ruang gerak terjadinya pelanggaran pemilu,” pintanya.

Komentar