AS Abstain, Israel Berang

54
Ilustrasi

NEW YORK – Israel marah besar. Sebab, PBB tetap melakukan voting untuk meloloskan resolusi terhadap pendudukan Israel di wilayah Palestina pada Jumat (23/12). Hasilnya, 14 anggota Dewan Keamanan (DK) PBB setuju dan Amerika Serikat (AS) memilih abstain. Dengan tidak memberikan suaranya maupun tidak mengajukan veto, AS seakan memberikan jalan bagi PBB untuk meloloskan resolusi tersebut.

Keputusan itu tentu saja membuat Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berang. Sebab, sebelumnya Netanyahu meminta Trump menekan Mesir agar menarik pengajuan resolusi tersebut. Mesir pun setuju dan mencabut resolusi itu pada Kamis (22/12), hanya berselang beberapa jam sebelum pemungutan suara.

Namun, sehari setelah itu, Selandia Baru, Malaysia, Venezuela, dan Senegal mengajukan resolusi serupa. Trump boleh saja sudah terpilih sebagai Presiden AS. Namun, saat ini jabatan tersebut masih dikuasai Obama. Begitu resolusi baru diajukan, AS memberikan lampu hijau untuk dilakukan voting.

Resolusi yang disetujui DK PBB di atas meminta Israel segera dan sepenuhnya menghentikan segala aktivitas pembangunan permukiman di wilayah pendudukan Palestina. Termasuk di Jerusalem Timur. Sebab, pembangunan itu tidak berkekuatan hukum.

’’Israel menolak resolusi anti-Israel yang memalukan di PBB tersebut dan tidak akan mematuhi ketentuan-ketentuan di dalamnya,’’ tegas Netanyahu. Israel akan tetap melanjutkan pembangunan permukiman di dua wilayah Palestina itu.

Netanyahu langsung menarik duta besarnya yang ditugaskan di Selandia Baru. Menurut dia, pemerintah AS di bawah Obama gagal melindungi Israel dan malah berkolusi dengan negara-negara lain di PBB. Dia menegaskan, Israel berharap bisa bekerja sama dengan presiden terpilih Donald Trump dan orang-orang di Kongres AS untuk menghilangkan efek resolusi PBB tersebut.

Selama ini Obama memang mendukung two-state solution untuk menyelesaikan masalah antara Israel-Palestina. Untuk mencapai hal itu, dunia harus mengakui Palestina terlebih dahulu sebagai sebuah negara yang merdeka. Di lain pihak, Isreal selalu menentang pendirian negara Palestina.