Aklamasi, Johansyah Ketua KONI Kutim

33
PIMPIN ORGANISASI: Johansyah Ibrahim (batik biru) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KONI Kutim pada musorkablub, Kamis (22/12). DENNY SAPUTRA/KALTIMPOST

SANGATTA – Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kutim Johansyah Ibrahim ditetapkan sebagai Ketua KONI Kutim. Dia terpilih secara aklamasi pada musyawarah olahraga kabupaten luar biasa (musorkablub) yang digelar Kamis (22/12). Penetapan dilakukan setelah panitia penjaringan melaporkan hanya satu orang yang mengembalikan formulir pendaftaran.

Sebelumnya, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Namun dalam perjalanannya, setelah pembukaan sekira pukul 20.30 Wita, panitia OC menawarkan kepada perwakilan pengurus cabor yang hadir agar agenda rapat pleno dimajukan. Saran itu pun diterima dan panitia langsung menyiapkan berbagai perangkat dan kelengkapan pleno.

Sekira pukul 21.15 Wita, rapat pleno dimulai. Dari pembacaan dan pembahasan tatib, laporan dari pengurus KONI Kutim yang demisioner hingga penyerahan panji KONI dari pengurus terdahulu kepada pimpinan sidang yang diketuai Zainal Arifin, ketua bidang organisasi, KONI Kaltim.

Setelah itu, pimpinan sidang melanjutkan agenda, yakni meminta daftar calon yang mengembalikan formulir pendaftaran calon ketua. Namun tim penjaringan yang diwakili Nasruddin Arsyad hanya menyerahkan satu formulir. Setelah diperiksa, berkas tersebut dinyatakan lengkap.

Pimpinan sidang kemudian mengumumkan nama calon tersebut, yakni Johansyah Ibrahim. Selanjutnya, proses dilakukan dengan penetapan Johansyah sebagai ketua KONI Kutim definitif pada pukul 22.45 Wita. Kegiatan ini merupakan rapat pleno tercepat, namun tetap mengacu pada aturan.

Johansyah berterima kasih atas dukungan cabor-cabor. Dari total 58, 42 cabor sudah memberikan surat dukungan, termasuk restu dari Bupati Kutim Ismunandar dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang. “Kami tidak bisa santai, agenda Porprov VI 2018 sudah di depan mata,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, dia akan menyusun formatur kepengurusan. Dirinya menilai kepengurusan terdahulu terlalu gemuk, namun ternyata hanya nama, tanpa aksi nyata mengelar kegiatan olahraga dan pembinaan yang maksimal.

1
2
BAGIKAN