Pekerja Tiongkok Terbukti Ilegal, Pagi Ini Dideportasi

99
TAK SESUAI IZIN MASUK: Kenedi (tengah berkacamata) memberi keterangan pers di Samarinda tadi malam, usai mengamankan 12 TKA dari lokasi proyek PLTU di Muara Jawa, Kukar.(saiful anwar/kp)

SAMARINDA-Dua belas tenaga kerja asing (TKA) pagi ini dideportasi ke negara asal. Mereka adalah pekerja ilegal yang diamankan dari proyek PLTU di Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (22/12). Setelah menjalani pemeriksaan intens di Kantor Imigrasi Klas 1 Samarinda, pekerja asing ini terbukti melanggar izin yang diberikan.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Imigrasi Klas 1 Samarinda, Selamet Sutarno, mengatakan pelanggaran yang dilakukan 12 TKA itu, yakni menyalahgunakan izin kunjungan. Yakni, melanggar Pasal 75, UU 6/2011 tentang Keimigrasian. Selamet menyebut, izin kunjungan boleh saja dimanfaatkan untuk bekerja. “Namun, hanya sebatas kegiatan uji coba atau pertemuan bisnis dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Bukan bekerja dalam waktu lama seperti mereka,” ucap Selamet kepada Kaltim Post, Jumat (23/12).

Dia mengatakan, pekerja asing asal Tiongkok ini akan dibawa menuju Balikpapan, sekitar pukul 08.00 Wita, pagi ini. Kemudian menuju Jakarta, lalu kembali ke negara asal. Selamet mengatakan, petugas Imigrasi Samarinda akan ikut mengawal hingga ke Jakarta.

Sebanyak 12 TKA yang dipulangkan, yakni Xu Guiyi (40), Bao Mingcheng (22), Gao Jinzhong (37), Pan Shumu (43), Xu Zhengyong (45), dan Yu Haiming (42). Ada juga Yi Zhenggang, Wang Chao, Yuan Changhai, Zou Yaoping, Zhang Xiaosi (45), serta Liu Song (29).

TKA tersebut berasal dari PT Indo Fudong Konstruksi dan PT Xinhuo. Dua perusahaan itu merupakan subkontraktor PT Sepco III, pelaksana proyek pembangunan PLTU di Kelurahan Teluk Dalam, Muara Jawa.

Di luar kasus ini, ujar Selamet, sepanjang 2016 pihaknya telah mendeportasi sebanyak 10 orang. Namun, tidak semuanya merupakan pekerja asing ilegal.

“Kebanyakan karena overstay ketika mengunjungi keluarga atau rekan di Indonesia. Menurut negara asalnya, terbanyak dari Malaysia, Singapura, Tiongkok, Filipina, dan beberapa negara lain,” jelas dia.

1
2
3
4
5
6
BAGIKAN