Enam Kali Pupuk Kaltim Raih Penghargaan Level Tertinggi

68
BANGGA: Direktur Produksi Pupuk Kaltim (kanan) menerima penghargaan Industri Hijau tahun 2016 yang diserahkan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Selasa (20/12) di Gedung Kementerian Perindustrian. (IST)

Penghargaan Industri Hijau, Bukti Komitmen Ramah Lingkungan

BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali meraih penghargaan Industri Hijau level 5 (tertinggi) pada Selasa (20/12), diterima langsung Direktur Produksi Pupuk Kaltim Bagya Sugihartana dan diserahkan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Haris Munandar dan Irjen Kementerian Perindustrian Soerjono di Gedung Kementerian Perindustrian.

Tahun 2016 ini merupakan keenam kalinya Pupuk Kaltim meraih penghargaan Industri Hijau selama berturut-turut sejak tahun 2010. Industri Hijau merupakan salah satu bukti komitmen Pupuk Kaltim dalam menerapkan efisiensi sumber daya dan penerapan proses produksi yang ramah lingkungan.

Selain itu, perusahaan senantiasa berupaya mengelola lingkungan dengan baik dan konsisten sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Airlangga Hartanto dalam sambutannya mengatakan, dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 menyebutkan perindustrian diselenggarakan dengan tujuan untuk mewujudkan industri yang mandiri, berdaya saing dan maju serta industri hijau.

“Industri Hijau adalah industri yang dalam prosesnya mengutamakan upaya efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan dan mampu bertransformasi menuju industri berbasis inovasi yang tangguh dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.

Penganugerahan Industri Hijau tahun ini merupakan penghargaan yang ketujuh dan diikuti oleh 142 perusahaan industri yang terdiri dari 142 perusahaan industri besar, 14 perusahaan industri menengah dan 1 perusahaan industri kecil. Peserta Industri Hijau terdiri dari berbagai perusahaan industri penghasil komoditi antara lain semen, baja, tekstil, pakaian jadi, crumb rubber, makanan dan minuman, pulp dan kertas. Kemudian ada keramik, oleokimia, petrokimia, pupuk, crude palm oil (CPO), crud coconut oil (CCO), pelumas, kosmetik, gula, herbisida, otomotif, furniture dan pesawat terbang. (ad/ris/ra/adv)

1
2
BAGIKAN

Komentar